A. PENGERTIAN MANUSIA
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan wajibmenanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawa menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menannggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.
B. MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab dapat dibedakan menurut keadaan manusiia atau hubungan yang di buatnya. Yaitu:
a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawa terhadap diri sendiri menuntut kesadaran sebagai manusia pibadi. dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi juga seorang pribadi.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama naik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah setiap segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
d. Tanggung jawab kepada Bangsa /Negara
Tiap manusia, tiap individu adalah warga Negara suatu Negara. Dalam berpikir, berbuat dan bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat ileh Negara. Jika manusia salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
e. Tanggung jawab terhadap Tuhan\
Manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang di tuangkan dalam berbagai kitab suci. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera di peringatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspin manusia juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan.
C. PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
a. Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
b. Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsure keikhlasn yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atau kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Sabtu, 17 April 2010
Jumat, 09 April 2010
BAB 6
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dair bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir, batin, ataupun keduanya.
B. Pengertian siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan. Berikut merupakan siksaan rohani/psikis, yaitu:
a. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
b. Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
c. Ketakutan merupakan berntuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan byang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab orang menjadi phobia, anatara lain:
a. Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup dan Agoraphobiaadalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b. Gmang merupakan ketakutan terhadap tempat yang tinggi.
c. Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila berada di tempat yang gelap.
d. Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
e. Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabakn karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
f.
C. Kekalutan mental
Mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatas sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental diantaranya:
a. Kepribadian yang lemah
b. Terjadinya konflik social budaya
c. Cara pematangan batin
Proses-proses kekalutan mental:
a. Postif : trauma (luka jiwa) dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
b. Negative ; bisa menyebabkan frustasi. Bentuk frustasi anatara lain ;
• Agresi :kemarahan yang meluap-luap bisa menyebabkan tindakan sadis terhadap orang sekitar.
• Regrese : kembali pada pola primitive, seperti menangis-nangis, dll.
• Fiksasi : peletakan atau pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap)
• Proyeksi ; usaha melemparkan kelemahan kepada orang lain.
• Identifikasi : menyamakan diri dengan seserang yang sukses dalam imaginasinya.
• Narsisme ; self love yang berlebihan
• Autism : gejala menutup diri sevara total dari dunia riil.
D. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Dan perjuangan merupakan usaha manusia untuk keluar dari penderitaan.
E. PENDERITAAN DAN SEBEA-SEBABNYA
a. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia Karena perbuatan bruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
b. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azaB Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akabat azab Tuhan.
F. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderiataan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Bisa merupakan sikap positif atau sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sedangkan positif lebih bertawakal kepada ALLAH SWT.
ARTIKEL TENTANG MANUSIA
Artikel tentang manusia
Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial
1. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Setiap manusia memiliki keunikan dan cirri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, jka manusia dapat hidup bersama dengan manusia yang lainya. Manusia sejak lahir telah memiliki bakat untuk bersosialisasi, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yag kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dair bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir, batin, ataupun keduanya.
B. Pengertian siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan. Berikut merupakan siksaan rohani/psikis, yaitu:
a. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
b. Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
c. Ketakutan merupakan berntuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan byang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab orang menjadi phobia, anatara lain:
a. Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup dan Agoraphobiaadalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b. Gmang merupakan ketakutan terhadap tempat yang tinggi.
c. Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila berada di tempat yang gelap.
d. Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
e. Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabakn karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
f.
C. Kekalutan mental
Mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatas sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental diantaranya:
a. Kepribadian yang lemah
b. Terjadinya konflik social budaya
c. Cara pematangan batin
Proses-proses kekalutan mental:
a. Postif : trauma (luka jiwa) dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
b. Negative ; bisa menyebabkan frustasi. Bentuk frustasi anatara lain ;
• Agresi :kemarahan yang meluap-luap bisa menyebabkan tindakan sadis terhadap orang sekitar.
• Regrese : kembali pada pola primitive, seperti menangis-nangis, dll.
• Fiksasi : peletakan atau pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap)
• Proyeksi ; usaha melemparkan kelemahan kepada orang lain.
• Identifikasi : menyamakan diri dengan seserang yang sukses dalam imaginasinya.
• Narsisme ; self love yang berlebihan
• Autism : gejala menutup diri sevara total dari dunia riil.
D. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Dan perjuangan merupakan usaha manusia untuk keluar dari penderitaan.
E. PENDERITAAN DAN SEBEA-SEBABNYA
a. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia Karena perbuatan bruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
b. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azaB Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akabat azab Tuhan.
F. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderiataan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Bisa merupakan sikap positif atau sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sedangkan positif lebih bertawakal kepada ALLAH SWT.
ARTIKEL TENTANG MANUSIA
Artikel tentang manusia
Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial
1. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Setiap manusia memiliki keunikan dan cirri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, jka manusia dapat hidup bersama dengan manusia yang lainya. Manusia sejak lahir telah memiliki bakat untuk bersosialisasi, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yag kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
artikel tentang manusia
Artikel tentang manusia
Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial
1. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Setiap manusia memiliki keunikan dan cirri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, jka manusia dapat hidup bersama dengan manusia yang lainya. Manusia sejak lahir telah memiliki bakat untuk bersosialisasi, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yag kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial
1. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Setiap manusia memiliki keunikan dan cirri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, jka manusia dapat hidup bersama dengan manusia yang lainya. Manusia sejak lahir telah memiliki bakat untuk bersosialisasi, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yag kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
bab 6 . Manusia Dan Penderitaan
BAB 6
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dair bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir, batin, ataupun keduanya.
B. Pengertian siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan. Berikut merupakan siksaan rohani/psikis, yaitu:
a. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
b. Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
c. Ketakutan merupakan berntuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan byang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab orang menjadi phobia, anatara lain:
a. Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup dan Agoraphobiaadalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b. Gmang merupakan ketakutan terhadap tempat yang tinggi.
c. Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila berada di tempat yang gelap.
d. Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
e. Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabakn karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
f.
C. Kekalutan mental
Mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatas sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental diantaranya:
a. Kepribadian yang lemah
b. Terjadinya konflik social budaya
c. Cara pematangan batin
Proses-proses kekalutan mental:
a. Postif : trauma (luka jiwa) dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
b. Negative ; bisa menyebabkan frustasi. Bentuk frustasi anatara lain ;
• Agresi :kemarahan yang meluap-luap bisa menyebabkan tindakan sadis terhadap orang sekitar.
• Regrese : kembali pada pola primitive, seperti menangis-nangis, dll.
• Fiksasi : peletakan atau pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap)
• Proyeksi ; usaha melemparkan kelemahan kepada orang lain.
• Identifikasi : menyamakan diri dengan seserang yang sukses dalam imaginasinya.
• Narsisme ; self love yang berlebihan
• Autism : gejala menutup diri sevara total dari dunia riil.
D. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Dan perjuangan merupakan usaha manusia untuk keluar dari penderitaan.
E. PENDERITAAN DAN SEBEA-SEBABNYA
a. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia Karena perbuatan bruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
b. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / aza Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akabat azab Tuhan.
F. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderiataan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Bisa merupakan sikap positif atau sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sedangkan positif lebih bertawakal kepada ALLAH SWT.
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dair bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir, batin, ataupun keduanya.
B. Pengertian siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan. Berikut merupakan siksaan rohani/psikis, yaitu:
a. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
b. Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
c. Ketakutan merupakan berntuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan byang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab orang menjadi phobia, anatara lain:
a. Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup dan Agoraphobiaadalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b. Gmang merupakan ketakutan terhadap tempat yang tinggi.
c. Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila berada di tempat yang gelap.
d. Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
e. Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabakn karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
f.
C. Kekalutan mental
Mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatas sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental diantaranya:
a. Kepribadian yang lemah
b. Terjadinya konflik social budaya
c. Cara pematangan batin
Proses-proses kekalutan mental:
a. Postif : trauma (luka jiwa) dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
b. Negative ; bisa menyebabkan frustasi. Bentuk frustasi anatara lain ;
• Agresi :kemarahan yang meluap-luap bisa menyebabkan tindakan sadis terhadap orang sekitar.
• Regrese : kembali pada pola primitive, seperti menangis-nangis, dll.
• Fiksasi : peletakan atau pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap)
• Proyeksi ; usaha melemparkan kelemahan kepada orang lain.
• Identifikasi : menyamakan diri dengan seserang yang sukses dalam imaginasinya.
• Narsisme ; self love yang berlebihan
• Autism : gejala menutup diri sevara total dari dunia riil.
D. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Dan perjuangan merupakan usaha manusia untuk keluar dari penderitaan.
E. PENDERITAAN DAN SEBEA-SEBABNYA
a. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia Karena perbuatan bruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
b. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / aza Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akabat azab Tuhan.
F. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderiataan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Bisa merupakan sikap positif atau sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sedangkan positif lebih bertawakal kepada ALLAH SWT.
Selasa, 23 Februari 2010
Budaya adat Makassar

indoensia memiliki begitu banyak budaya daerah yang menunjukkan kekhasan suatu daerah. salah satu yang akan saya bahas sebagian kecil dari adat yang terdapat di daerah Makassar.
Acara adat:
Acara Adat Tradisional seperti “Fragmen Mappasioli Wajo” yang merupakan Adat Asli Daerah Wajo yang menggambarkan Upacara adat sunatan dimana diperlihatkan seorang anak puteri untuk pertama kalinya memakai baju bodo menunjukkan bahwa sang anak beranjak dewasa.Dimana digambarkan pula simbol –simbol dari perlengkapan upacara tersebut seperti warna-warna baju bodo yang dikenakan secara berlapis tiga, berlapis tujuh hingga berlapis sebelas tergantung dari tingkat derajat sang puteri dan pemberian souvenir kepada ibu-ibu pengganti pemberian rokok simbol ucapan terima kasih karena hadir dari perjalanan jauh. Acara suapan Nasi Likku yaitu nasi dengan masakan daging dada ayam sebagai symbol untuk menanamkan rasa malu (siri’) oleh ibu sang puteri dan fragmen yang dihadirkan oleh Yayasan Anging Mamiri ini diakhiri acara sang puteri digendong oleh sang ayah sebagai simbol doa agar derajat sang anak dinaikkan.
untuk baju bodo atau baju wanita adat makassar, setiap warnanya memiliki makna khusus tersendiri. yaitu untuk baju bodo warna merah digunakan oleh wanita yang sudah bersuami. Warna hitam untuk nenek-nenek dan warna ungu digunakan oleh wanita yang sudah berstatus janda.
baju bodo warna ungu dipakai oleh bangsawan luwu (Palopo). Etnis Toraja baju warna putih dengan topi segitiga biasa dipakai oleh penari, sedang yang berwarna kuning dipakai oleh bangsawan Toraja. Etnis Sulawesi Barat (Mandar) baju warna hijau yang dipakai oleh bangsawan Mandar, dan baju hitam, serta baju hijau memakai bulu dikepala berasal dari Mamasa yang biasa dipakai penari yang berambut panjang.
selain baju bodo, juga ada sarung bugis yang merupakan salah satu kekhassan dari makassar. di samping merupakan foto contoh baju bodo dan baju adat makassar untuk pria.
bagitu banyak sekali budaya-budaya makassar yang sangat unik. sudah sepantasnyalah kita sebagai generasi muda untuk selalu melestarikan budaya daerah kita masing-masing yang merupakan jati diri dari bangsa inodnesia.
Minggu, 20 Desember 2009
MASALAH KESENJANGAN SOSIAL DI DALAM MASYARAKAT
Di Indonesia masih banyak masalah sosial yang tidak bisa teratasi. salah satunya yaitu masalah kemiskinan yang membuat suatu kondisi kesenjangan sosial di dalam masyarakat. sudah sekian lama pemerintah mencoba untuk mengatasi masalah ini, berbagai cara telah dilaukakan oleh pemerintah. akan tetapi, semua cara atau upaya dari pemerintah terbilang percuma dan tidak ada hasil. karena kesenjangan sosial di dalam masyarakat makin terlihat. walaupun berita-berita di televisi menampilkan pernyataan pemerintah yang menyatakan bahwa jumlah kemiskinan di Indonesia semakin berkuarang, akan tetapi seperti yang kita lihat pada kenyataannya makin banyak gelandangan dan pengemis di daerah perkotaan. memang saya akui banyak juga golongan yang makin kaya. akan tetapi ini semakin memperlihatkan kesenjangan sosial atau perbedaan status di kalangan masyarakat. yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin terpuruk. tidak hanya di ibu kota, jika pkita melihat di daerah pedesaan terpencil pun banyak sekali yang hidup kekurangan. ini kontras terlihat sekali. kesenjangan sosial ini pula yang menyebabkan terjadinya kejahatan di mana-mana. dan masalah ini pun semakin sulit teratasi karena masalah kesenjangan sosial akan menyebabkan masalah-masalah lain yang lebih besar lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)