Postingan

Sabtu, 05 Juni 2010

BAB 3

BAAB 3. KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities. istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang ber arti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebgai homo humanus.
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan ke dalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya.
B. ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama da prosa baru
a) prosa lama meliputi
1. donge-dongeng
2. hikayat
3. sejarah
4. epos
5. cerita pelipur lara
b) prosa baru meliputi
1. cerita pendek
2. roman
3. biografi
4. kidah
5. otobiografi
selain itu ilmu budaya dasar juga dapat dihubungkan dengan puisi dan berbagai jenis karya lainnya.

mata kuliah softskill

mata kuliah softskill sangat menunjang dalam perkuliahan. karena selain menuntut mahasiswa untuk mengerjakan tugas, tetapi juga membentuk siswa agar siap untuk langsung terjun dalam masyarakat. karena mata kuliah ini mengajarkan tentang cara bersikap, sifat-sifat yang baik, serta cara menghadapi seseorang yang berbeda-beda karakter dengan tepat. jadi mata kuliah ini sudah seharusnya kita ikuti dengan baik.

gotong royong dan kekeluargaan

gotomg royong dan kekeluargaan merupakan sifat yang harus dimiliki seseorang ketika akan terjun langsung dalam masyarakat. sebagai manusia dalam menjalani kehidupan ini kita harus saling gotong royong. karena kita tidak bisa hidup sendiri untuk menjalani kehidupan ini. bayangkan saja jika seandainya kita hidup sendiri, apakah kita bisa menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain? pasti jawabannya tidak, karena kita sebagai manusia bukan hanya sebagai mahkluk individu, tetapi juga merupakan makhluk social. selain itu kekeluargaan juga merupakan sifat yang penting yang harus ada dalam diri masing-masing orang. karena rasa kekeluargaan ini yang nantinya akan menciptakan kedamaian di muka bumi.

masalah pendidikan dalam masyarakat

seiring dengan bergulirnya waktu, masalah pendidikan dalam masyarakat semakin menjadi dilema. begitu banyak faktor-faktor yang menghambat untuk mengemban pendidikan. salah satu faktornya adalah masalah materi atau keuangan. masalah ekonomi di dalam negara Indonesia sampai sekarang masih belum bisa di pecahkan. karena hampir 80% warga negara indonesia adalah masyarakat kurang mampu. apalagi pendidikan di indonesia juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. alhasil banyak warga negara yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi. ini menyebabkan negara menjadi susah maju, karena sember daya manusianya saja tidak memiliki pendidikan yang cukup tinggi untuk memajukan bangsa dan negaranya sendiri.

BAB 11

BAB 11 MANUSIA DAN HARAPAN
C. HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap yang berartu keinginan supaya sesuatu terjadi;sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan. Ada 2 hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
a) Dorongan kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Allah.
b) Dorongan kebutuhan hidup. Menurut Abraham maslow sesuai dengan kkodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup(survival)
b. Keamanan(safety)
c. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai(be loving and love)
d. Diaku lingkuangan(status)
e. Perwujudan cita-cita(self actualization)
Kepercayaan berasal dari kata percaya yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Kebenaran sangat penting bagi manusia. Ia merupakan focus dari segala pikiran, siakp dan perasaan.
Kepercayaan da[at dibedakan atas:
1. Kepercayaan pada diri sendiri
2. Kepercayaan kepada orang lain
3. Kepercayaan kepada pemerintah
4. Kepercayaan kepada Allah
Usaha untuk meningkatkan keperccayaan kepada Allah adalah:
a. Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b. Menigkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
c. Meningktakan kecintaan kita kepada sesame manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
d. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlibahan
e. Menekan perasaan negative seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya.

BAB 7

BAB 7 MANUSIA DAN KEADLIAN
B. KEADILAN
Keadilan adalah keadaan bila setiap orang yang memperoleh apa saja yang menjadi haknya dan setiap orang memperioleh bagian yang samma dari kekayaan bersama.
Keasilan social tertera dalam point pancasila yang berbunyi “keadlian social bagi seluruh rakyat Indonesia” selanjutnya untuk mewujudkannya dikap yang perlu dipupuk adalah;
1) Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2) Sikap adil terhadap sesame, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3) Sijap suka memberipertolongan kepada orang lain yang memerlukan
4) Sikap suka bekerja keras
5) Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Keadilan legal atau keadilan moral adalah dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sigatnya paling cocok baginya(the man behind the gun.
Keadilan distributive adlah keadilan yang akan terlalksana bilamana hal-hal yang sama di perlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidaka sama(justice is done when equals are treated equally.
Keadilan komitatif adalah kedlian yang bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
Kejujuran artunya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakanya sesuai deng kenyataan yang ada.
Kecurangan identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengnan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebgai lawan jujur. Jadi kecurangan itu adalah apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya.
Pembalasan ialah suatu reaksu atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

BAB 7

BAB 7 MANUSIA DAN KEADLIAN
B. KEADILAN
Keadilan adalah keadaan bila setiap orang yang memperoleh apa saja yang menjadi haknya dan setiap orang memperioleh bagian yang samma dari kekayaan bersama.
Keasilan social tertera dalam point pancasila yang berbunyi “keadlian social bagi seluruh rakyat Indonesia” selanjutnya untuk mewujudkannya dikap yang perlu dipupuk adalah;
1) Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2) Sikap adil terhadap sesame, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3) Sijap suka memberipertolongan kepada orang lain yang memerlukan
4) Sikap suka bekerja keras
5) Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Keadilan legal atau keadilan moral adalah dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sigatnya paling cocok baginya(the man behind the gun.
Keadilan distributive adlah keadilan yang akan terlalksana bilamana hal-hal yang sama di perlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidaka sama(justice is done when equals are treated equally.
Keadilan komitatif adalah kedlian yang bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
Kejujuran artunya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakanya sesuai deng kenyataan yang ada.
Kecurangan identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengnan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebgai lawan jujur. Jadi kecurangan itu adalah apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya.
Pembalasan ialah suatu reaksu atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

come....come......